58: Pulang dari Sitiawan, Malaysia +
Baiklah saya semakin yakin bahwa menjadi seorang keturuan di negara Indonesia itu begitu INDAH dan MENYENANGKAN. Saya merasa sangat beruntung. hore!
Jadi nih karena syarat kelulusan adalah mengikuti perjalanan pelayanan sebanyak 2 kali. Kemarin aku pergi untuk pertama kalinya ke Sitiawan. Gereja yang aku datangi kecil dan ga besar TAPI orangnya baik-baik banget. Makannya juga enak-enak. Apalagi ketika cumi-cumi gorengnya keluar. UENAK. Sambalnya juga enak, mirip makanan indonesia sih. Bahagia juga. Kemudian selama berada di sana, aku ga bisa apa-apa. Lah semuanya orang cina yang ga bisa bahasa inggris ataupun melayu. PARAH deh. Cuma bisa ngomong cina. Well, inilah mengapa aku bersyukur. Karena orang yang punya darah cina masih bisa bicara bahasa Indonesia. Bagaimanapun kesamaan bahasa menyatukan seluruh bangsa.
Baidewei ya.. Sitiawan is a very small town. Segede 10 blok apartemen di sini kali ya. Jalan panjang aja gitu berisi toko-toko dan kemudian rumah-rumah penduduk. Kata mereka sih, Sitiawan tuh pangkalan angkatan laut malaysia.
Kemarin aku ambil kerupuk dan sedus mie goreng! BAHAGIA. Dapat bumbu pecel lagi. Temen-temenku langsung jatuh cinta pada makanan Indonesia. YA IYALAH. Indonesia gitu loh. Keren ABISH..
KANGEN BEBEK GORENG
ya ampun! sekardus indomi? balas dendam ya, jeng? qiqiqiqi…
venus’s last blog post..saya, tika, hedi
bebek goreng ga ada di sana?
duh, nyebut2x cumi2x goreng deh dia. fave gue tuh !
dian’s last blog post..hoaaaaaaaggh *ngantuk
Mana yang di sitiawan kemarin SUPER DUPER ENAK banget mbakkkk ga ada di Indonesia.